Puluhan biksu dari berbagai daerah mengikuti prosesi pengambilan air berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, dalam suasana yang khidmat dan penuh makna spiritual. Tradisi ini menjadi salah satu rangkaian penting menjelang perayaan Waisak, di mana air yang diambil dari mata air alami tersebut dipercaya melambangkan kesucian, kedamaian, dan kebijaksanaan. Dengan mengenakan jubah khas mereka, para biksu berjalan tertib menuju sumber mata air untuk melaksanakan ritual yang telah diwariskan secara turun-temurun, kutip https://ciasit.com/
Prosesi pengambilan air berkah tidak hanya menjadi momen sakral bagi umat Buddha, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung tradisi budaya dan keagamaan tersebut. Keindahan alam Umbul Jumprit yang dikelilingi pepohonan hijau dan udara pegunungan yang sejuk semakin menambah kekhidmatan acara. Setiap tahapan ritual dijalankan dengan penuh penghormatan, mencerminkan nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi dalam ajaran Buddha.
Air berkah yang telah diambil kemudian akan dibawa untuk digunakan dalam rangkaian perayaan Waisak di berbagai tempat ibadah. Tradisi ini menjadi simbol persatuan, harmoni, dan harapan akan kehidupan yang lebih damai bagi seluruh umat manusia. Kehadiran puluhan biksu di Umbul Jumprit sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga warisan budaya dan spiritual yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun.